Ronggeng Dukuh Paruk

Ronggeng Dukuh ParukRonggeng Dukuh Paruk (RDP) tak pelak merupakan masterpiece dalam karier kesusastraan Ahmad Tohari. Trilogi RDP adalah satu dari sedikit literatur yang layak dibaca sebagai roman sejarah yang menyinggung masa paling kelam dalam histori kemanusiaan di Indonesia: tragedi 1965. Tohari terbilang berani untuk mengangkat tema yang termasuk tabu untuk dibicarakan di masanya (1981, Orde Baru). Edisi ini adalah gabungan novel berurut: Ronggeng Dukuh Paruk (edisi 2003 berjudul Catatan Buat Emak), Lintang Kemukus Dinihari, dan Jantera Bianglala. RDP mengisahkan jalan hidup Srintil, seorang ronggeng desa Paruk dengan segala dinamika sosial pedesaan yang sahaja. Lewat tokoh gadis desa yang terlampau lugu itu, peristiwa 1965 terbaca sebagai tragedi kemanusiaan dalam mata rantainya yang paling ujung. Srintil dan segenap warga pedukuhan tak sampai mampu memahami bahwa mereka adalah korban kejahatan politik. Bahwasanya kesengsaraan yang mereka tanggung, hanyalah kemurkaan arwah leluhur semata. Novel ini padat dengan nilai cinta kasih dan kemanusiaan yang ditulis lewat cara terpedih untuk mengaduk jiwa.[]

Ronggeng Dukuh Paruk | Ahmad Tohari, 1981 | GPU, 2011 | 408 hal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s