Category Archives: wajib baca

To Kill A Mockingbird

To Kill a MockingbirdTo Kill A Mockingbird adalah kisah Scout Finch, seorang bocah kritis yang memandang setiap apa di sekitarnya sebagai sebuah pertanyaan: mengapa? Mr. Finch sang ayah, adalah seorang pengacara kota yang terlampau telaten meladeni keingintahuan Scout dengan banyak cara. Mereka kulit putih hidup di Maycomb County pada jaman resesi Amerika di medio 60′an, disaat isu segregasi rasial sedang dalam tahap memprihatinkan. Sebuah kasus tuduhan perkosaan kepada satu warga kulit hitam yang dengan kesadaran penuh ditangani oleh Mr. Finch, mengajari Scout dan Jem tentang toleransi dan kejernihan berpikir dan bersikap manusiawi. Dari kisah Scout saya mendapatkan pencerahan bahwasanya kenyataan hidup tidak sertamerta hitam dan putih, melainkan selalu terselip grey area, kata lain dari ‘kompromi’. Saya sebut To Kill A Mockingbird sebagai buku bergizi tatacara bersosial yang manusiawi.[]

To Kill A Mockingbird | Harper Lee, 1960 | Femmi Syaharani | Qanita, 2011 | 504 hal

Ronggeng Dukuh Paruk

Ronggeng Dukuh ParukRonggeng Dukuh Paruk (RDP) tak pelak merupakan masterpiece dalam karier kesusastraan Ahmad Tohari. Trilogi RDP adalah satu dari sedikit literatur yang layak dibaca sebagai roman sejarah yang menyinggung masa paling kelam dalam histori kemanusiaan di Indonesia: tragedi 1965. Tohari terbilang berani untuk mengangkat tema yang termasuk tabu untuk dibicarakan di masanya (1981, Orde Baru). Edisi ini adalah gabungan novel berurut: Ronggeng Dukuh Paruk (edisi 2003 berjudul Catatan Buat Emak), Lintang Kemukus Dinihari, dan Jantera Bianglala. RDP mengisahkan jalan hidup Srintil, seorang ronggeng desa Paruk dengan segala dinamika sosial pedesaan yang sahaja. Lewat tokoh gadis desa yang terlampau lugu itu, peristiwa 1965 terbaca sebagai tragedi kemanusiaan dalam mata rantainya yang paling ujung. Srintil dan segenap warga pedukuhan tak sampai mampu memahami bahwa mereka adalah korban kejahatan politik. Bahwasanya kesengsaraan yang mereka tanggung, hanyalah kemurkaan arwah leluhur semata. Novel ini padat dengan nilai cinta kasih dan kemanusiaan yang ditulis lewat cara terpedih untuk mengaduk jiwa.[]

Ronggeng Dukuh Paruk | Ahmad Tohari, 1981 | GPU, 2011 | 408 hal